Selasa, 10 Desember 2013

Tentang Disiplin, Menunggu dan Menahan Lapar si Tukang Foto


Saya memulai semua ini sendiri, berbekal bacaan dari internet, cerita teman teman yang lebih dulu bergelut di dunia foto, dan sedikit nekat. hinggap dari satu liputan ke liputan lain, kadang didampingi senior kadang tidak. tapi di tugas pertama, saya melangkah sendiri dengan gagah sampai di tempat acara dengan hasil .....bengong.

Kalo orang bule bilang learning by doing lah saya itu (eh bener gak tuh bahasa inggrisnya?) , saya sadari progresnya terlihat, dari liputan pertama hingga akhir, hasil foto aksi panggung saya dari yang tadinya jelek jadi lumayan. lumayan untuk dibuang maksudnya :p
Belajar dari sekitar, ngintip settingan kamera fotografer lain sampai berlagak pinter di medan perang :)) berlagak pinter maksudnya pede aja, jangan sampai keliatan banget blo'onnya.

Settingan kamera jelas hal mutlak, tapi dunia foto aksi panggung tak sebatas itu. buat saya foto bagus terjadi karena mood yang bagus pula. jadi klo lagi bete alhasil foto pun akan ikutan bete. ini juga tentang feel, siapapun artisnya, suka atau tidak tekanlah tombol shutter dengan penuh gairah membara. walaweeeey....bahasanya gairah membara dong.

Tidak cukup itu tentunya, hal - hal penting lain mesti diperhatikan ketika menjelang liputan atau ketika menunggu masuk ke media pit.
survey tempat salah satunya, salah duanya adalah disiplin. JANGAN TELAT DEH ..setiap momen dari sebuah pertunjukan itu bisa jadi berita. telat sedikit, ya terima lah hasil apa adanya.
Salah tiganya adalah fotografer mesti kuat nahan lapar, karena biasanya menunggu untuk masuk ke media pit itu memakan waktu yg cukup lama. selain nahan lapar mesti juga nahan amarah :)))) karena tidak jarang setelah sekian lama menunggu, panitia mengumumkan media pit mesti clear dari fotografer pada saat artis on stage. pfffffft.....


~ foto nyatut dari mbah google

Tidak ada komentar:

Posting Komentar