Kamis, 08 November 2012

Jangan Berjilbab

Dari sekian banyak saya mengabadikan konser konser musik tentu banyak pula tingkah penonton di depan panggung yang tak luput dari pandangan saya.
Dari yang mulai nitip kamera poket, atau minta di fotoin, atau sekedar ngobrol.
Dari yg biasa saja, yang unik, sampai yang membuat saya mengernyitkan dahi karena ulahnya.

Bukan yang biasa saja, bukan juga yang unik yang akan saya bahas setelah ini. tentu saja tingkah penonton yang membuat saya mengernyitkan dahi. aduh..ini apa sih ya bahasanya?? mengeryitkan..hahaha..ya itu lah pokoknya.

Sepintas tak ada yang aneh dengan penonton yang satu ini, pakaiannya rapi dan berjilbab. jaman sekarang adalah hal yg wajar menemukan jilbabers ada di barisan depan sebuah pertunjukan musik. bahkan di konser sebuah band metal mereka pun eksis.
Namun beberapa dari mereka membuat saya...ya itu..mengernyitkan dahi. Rokok ditangan seorang jilbabers yang lagi asik menikmati pertunjukan banyak saya lihat. tentu saja tak masalah buat saya, toh bukan kapasitas saya menegur orang yg tidak saya kenal untuk mematikan rokoknya. hak mereka untuk menikmati asap yg dihasilkan sebatang rokok itu. tapi please deh..buat saya tak pantas rasanya seorang wanita berjilbab merokok didepan umum.
Emang masalah buat lo?? sekali lagi enggak..tapi akibat ulah beberapa oknum ini merusak reputasi jilbabers yg identik dengan seorang muslimah.

Beberapa minggu yang lalu malah lebih edan, di sebuah kafe di bilangan jakarta selatan seorang jilbabers di sebelah saya asik merokok sambil mendengarkan lantunan lagu dari sebuah band lawas. edan karena ia memegang rokok di tangan kiri dan gelas bir ditangan kanan. WTF !!

Cewek..mau ngerokok..Mau Ngebir...silahkan. tapi tolong...Jangan berjilbab.



@deramdhani

Kamis, 01 November 2012

Aku, Iwan fals dan karyanya yang mengilhami


Tumbuh besar dengan lagu - lagu iwan fals membuat saya hafal dari beberapa lagunya. waktu kecil suara khas dari artis yg bernama Virgiawan Listanto ini hampir setiap hari mampir ditelinga dari kaset yg diputar oleh kakak - kakak saya dirumah. rasanya tak berlebihan jika dibilang kisah saya adalah lirik lagunya, seperti bercermin, banyak dari lirik lagu iwan fals seperti merepresentasikan perjalanan hidup saya selama ini.
tentang cinta, kritik sosial atau tentang keluarga.

Kalau dibilang fans berat ya enggak juga, sampai sekarang pun barang - barang koleksi tentang beliau hanyalah poster dan kaset hibahan dari  saudara-saudara saya. tapi liriknya begitu melekat, itulah yg membuat saya begitu mengagumi sosok Iwan Fals. Tentang Jendela kelas I, tentang ibu, tentang Rindu tebal, tentang belum ada judul, tentang ujung aspal pondok gede, tentang entah, tentang bento, tentang kontrasmu bisu, tentang Jakarta oh jakarta, tentang....ah hampir semua bait di lirik lagunya memang mewakili perjalanan hidup saya.

Silahkan kalau dibilang lebay :), ada satu lagunya yg takut sekali kalau saya senandungkan. oke lebay memang, hampir dipastikan saya akan menangis pada Reff dari lagu yg berjudul Rindu Tebal. saya ingat masa dimana saya sering mempermalukan orang tua di masa sekolah dulu. dan lirik ini yang membawa saya kembali pulang kerumah dari sebuah pelarian. bang Iwan....lirik anda berhasil membuat saya sadar dari kebodohan saya. terima kasih untukmu dan lirikmu yg mengilhami.

"Aku Pergi meninggalkan coreng hitam di muka bapak..yang membuat malu keluargaku, kuingin kembali mungkinkah mereka mau terima..rinduku.."

@deramdhani