Sebut saja namanya Dira
Keinginan besarnya utk mencari kawan lamanya terjawab di jurnal saya.
Satu sisi ini merupakan kabar gembira untuk Dira
Tapi di sisi lain juga menjadi satu kabar duka.
Karena sahabat dekatnya yg dicari selama ini muncul di Jurnal saya dengan judul ”selamat jalan sahabat”
Ya.. sahabat yg dicarinya selama ini sudah menghadap sang Illahi Rabbi.
Segala puji bagi alloh...yang telah menjawab kegalauan umatnya lewat mesin pencari di Internet bernama Google.
Apa Almarhum bahagia?
Itulah pertanyaan yg dilontarkan Dira kepada saya di tlp genggam sore kemarin.
Saya jawab ya..saya bisa pastikan itu.
Karena pribadi almarhum yg saya kenal adalah Pribadi yg taat kepada Penciptanya sampai ajal menjemputnya beberapa bulan lalu.
Itulah ukuran Bahagia menurut saya.
Dira senang mendengar cerita saya, tapi tak bisa dipungkiri, dari bicaranya seakan masih tersirat rasa bersalah yg belum termaafkan dari sahabatnya itu.
Mudah2an bisa menjadi hikmah untuk kita semua khususnya saya sendiri, bahwasanya Alloh akan menjawab kegalauan setiap umatnya dengan cara apapun.
** Untuk Dira Nun jauh di Ausy. Almarhum bahagia..mungkin Cuma kata itu yg bisa saya sampaikan.