Senin, 25 Agustus 2008

Demi Rating Apapun dilakukan


Pernah nonton program reality Show Termehek - mehek di Trans Tv?
Acara ini tayang setiap Sabtu dan Minggu jam 18.30.

Sedikit Gambaran singkatnya, Acara ini mengupas tentang kasus kehilangan seseorang, entah itu pacar, temen bahkan kakek yg udah lama lost contact.

Dan Akhirnya tanpa sengaja, Edisi minggu kemarin menguak kebohongan reality show tsb.
Awalnya saya sudah mengira program ini pasti bagai pinang dibelah gergaji dengan reality show yg lain. Mengumbar cerita bohong demi sebuah rating.

Pada Episode itu bercerita seorang cewe yg udah 3 bulan ditinggal cowonya yg bernama Ruly.
Usut punya usut selidik punya selidik layaknya detektif Hunter tahun 80an, ternyata oh ternyata si Ruly terlihat jalan dengan seorang Wanita setengah baya yg pada episode itu dianalogikan sebagai seorang Tante Girang.

Pada satu segmen tiba2 Istri saya yg sedang asyik nonton nyeletuk dan membuyarkan canda saya dengan Fayyaz, " Loh yang..itu kayak temen kamu tuh"
Begitu Mata ini tertuju pada Televisi 21 Inc itu, spontan heran dan sedikit terkejut sambil sedikit pingsan (bagian yg ini rekayasa..).

"Ngapain ya temen-temen gw itu?" dalem hati
"Apa emang kenal dengan tokoh Ruly di adegan tersebut atau.." masih dalem hati.

Seribu tanya dalam hati akhirnya memaksa tangan ini meraih Hp diatas meja rias istri saya dan langsung menghubungi teman saya tsb.

"Hehehehehehe...bohongan kok den, udah di set dari mulai cerita sampe pemain - pemainnya, lu mau ikutan juga bisa, entar gw daftarin, kebetulan gw kenal sama team reality shownya nanti biar mereka seting ceritanya kayak apa"

Begitulah kira2 klarifikasi yg diberikan teman saya.

Gubraks...Lagi lagi demi rating apapun dilakukan..

"Tuuuuh..acara favorit kamu rekayasa tuh,besok jgn ditonton lagi" begitulah omel saya ke istri yg masih asik duduk didepan televisi sore itu.

Makin harus selektif nih milih program tv.





Selasa, 19 Agustus 2008

Most Romantic Place In The World

Bayangkan kita dapat duduk sambil berpegangan tangan?

Saling memandang dengan penuh harapan?

Menahan nafas untuk dapat memahami sesuatunya ?

Meluapkan perasaan masing2 tanpa kata2?

Dan akhirnya lega dgn apa yang dilalui bersama?

romantis betul tempat ini
dari Milis sebelah

Senin, 18 Agustus 2008

Hangatnya Agustusan Kemarin

Hangat sekali Agustusan tahun ini di daerah rumah saya.
Pasalnya mereka2 yg pernah tinggal di daerah rumah saya kembali kumpul pada hari itu.
Dari yg mulai Korban Gusuran..atau Keluarga yg dibawa Suaminya semenjak menikah.
Dan Peringatan Kemerdekaan tahun ini pun jadi ajang reuni.

Dimulai dengan acara Senam Pagi tepat jam 07.00, Senam Pagi yg lebih banyak sesi becandanya dibanding olahraganya menurut saya.Maksud hati memeluk Gunung tapi apa daya kepentok Perut...
Maksud Hati Mau Olahraga biar sehat tapi apa daya tukang Lontong Sayur Lewat.Dan..Aktifitas saya dan teman2 se"level" pun berhenti karena mendengar irama merdu dari ketukan sendok dan piring si Abang..Teng..Teng..Teng...Lontong sayur Komplit pun masuk ke perut di tengah irama Senam Kesegaran Jasmani.

Sekitar jam 09.00 Acara Lomba2 pun dimulai...
Dari mulai Lomba Rebutan Karung (reinkarnasi dari lomba balap karung)
Bakyak Ceria (Inilah lomba harga diri..karena kalo kalah, siap2 aja seharian dicengin kelompok yg menang)
Bola Babi Daster
Dan Lomba2 Standart 17an lainnya

Yaaah Namanya juga acara keluarga...yg ikut lomba gak lain dan gak bukan masih silsilah dari struktural Kepanitian..Dan Efek nya adalah Kecurangan dan Nepotisme pun merebak pada Lomba Siang itu...hehehehehehe
Lucu..Seneng..Gembira..Tawa Canda adalah refleksi dari sebuah peringatan Kemerdekaan Siang itu.

Yang Kalah...
Ataupun Yg menang...
BUKAN SOAL...

Yg harus dicatat adalah bahwasanya kebersamaan SUNGGUH TAK TERNILAI...

MERDEKA!!!!!!

Rabu, 13 Agustus 2008

Apa Kabar Perda Tibum??

Entah Kekuatan apa yg semakin membuat orang - orang itu berduyun duyun mendatangi Ibu Kota.Tujuan yang tidak jelas mengakibatkan kota yg sudah sempit ini menjadi semakin sempit.
Terlepas dari Entah ada yg Mengokomodir atau tidak tetapi jumlah mereka yg mencari nafkah di jalan dengan melanggar hak pengguna jalan semakin meningkat setiap tahunnya.

Lalu apa Kabar dengan Perda Ketertiban Umum?
Perda ini berisi kewajiban dan larangan yang dimaksudkan untuk meminimalisir jumlah pendatang yang akan mengadu nasib di Jakarta. Para pendatang yang tidak memiliki pendidikan, ketrampilan dan keahlian dianggap sebagai sumber berbagai konflik dan masalah di DKI. Mereka akan menambah jumlah gelandangan, pengangguran, pengemis, PSK, PKL, dan sektor informal lain yang hanya akan memperburuk pemandangan ibukota.

Maksud yang baik dari Pemerintah daerah Ibukota. Tapi apa daya...Entah kesadaran hukum yg belum terealisasikan atau Penegakan Hukumnya yg masih Mencla - Mencle.

What Ever lah..Tapi sebagai Pengguna Jalan, se
menjak diberlakukannya Perda No 8 tahun 2007 ini tak merubah apapun dari kegiatan "mereka".

Pengemis yg entah asli atau tidak semakin menumpuk saja setiap harinya dilampu merah, ironisnya sebagian dari mereka saya taksir masih berusia dibawah lima tahun.

Oh God..kemana gerangan dikau wahai Struktur Hukum??
Tampaknya Pepatah lama itu masih berlaku "Hu
kum dibuat Untuk Dilanggar"

Mungkin gambar - gambar dibawah ini bisa menginspirasikan mereka agar lebih santun mengemis di jalan dan sekaligus jadi pemandangan unik buat pengguna jalan.

(Uniknya Pengemis Eropa)


Gambar dari milist Tetangga

Senin, 04 Agustus 2008

Siang ini di Sebuah Kelurahan

Kenapa semua harus dikerjakan secara manual????

Pletak Pletek Pletak Pletek..
Suara mesin ketik itu seakan merobek telinga saya..

(entah sampai jam brp hrs menunggu)