Selasa, 08 Februari 2011

Ustadz Kampung Vs Habaib

Ustadz kampung vs Habaib

 

Satu..dua..tiga..empat..dalam hati saya menghitung jumlah jamaah pengajian dikampung saya malam itu. Hitungan saya tak sampai pada angka 10, itu pun sudah termasuk ustadz dan tuan rumah.

Itulah suasana pengajian ditempat saya beberapa bulan ini, sebagian jama’ah yang dulunya rajin kini tak tampak lagi setiap minggunya. mereka berbondong – bondong ke sebuah majlis yang di asuh oleh seorang habaib. Majlis yg selalu dipenuhi ratusan orang, majlis yang selalu membuat macet disetiap kegiatannya.

Seperti tak gentar..pengajian kecil yang diasuh Ustadz kampung ditempat saya tetap berjalan seperti biasa, toh jama’ah bebas memilih kemana dia akan belajar. Ironisnya...ketika Ustadz kampung masih semangat dgn kitab kuningnya, masih tetap datang bersama vespa bututnya, sebagian jama’ah malah ‘lari’ ketempat yang lebih jauh. Ah mungkin metode mengajar pak ustadz yang membosankan. Bisa saja...

Seperti kebetulan...di masjid yang tak jauh dari rumah saya, diakhir minggu majlis sang habib pun menggelar pengajian disana. Spanduk..sound system..parkir motor..layar lebar..hah layar lebar? Ya, karena kapasitas masjid yg tdk menampung seluruh jama’ah alhasil jalan umum pun disulap menjadi pelataran masjid, dan pintu gerbang saya jadi parkir umum sementara. Walau akhirnya saya ngomel karena kendaraan penghuni kost yang mau masuk jadi terhalang.

Dengan dasar ingin tahu..malam harinya pun saya hadir meski hanya melihat dari layar lebar (bioskop kaleee..). Lama saya perhatikan...alunan- alunan riwayat nabi diperdengarkan hingga akhir. Hmmm dimana ‘isinya’ ya?kalau majlis dengan ratusan jama’aah ini, kalau sebuah majlis yg baru selesai ketika tengah malam hanya diisi dgn pembacaan shalawat. Saya pun tetap berpikiran positif..mungkin ini nilai lebihnya majlis ini. Mungkin ini yang membuat jama’ah Ustadz kampung menjadi sepi. Mungkin....

Sekilas, saya pun melihat Ustadz kampung datang...wow...beda sekali penyambutannya, ketika Habaib datang, jama’ah berebut ingin mencium tangannya, bolak balik bahkan kaya photo copy. Ustadz kampung dengan koko dan sarung kotak2 sederhananya hanya disambut oleh satu orang panitia, heeey ..kemana jamaah pak ustadz??Heeey...teman..Ustadz ini lebih banyak jasanya sebelum kalian mengenal si Habaib, Ustadz ini yg mengenalkan kalian huruf Al Qur’an, Cara berwudhu, Cara Sholat dll..

Lagi lagi...saya pun masih berpikiran positif....mungkin teman- teman sibuk.

Tak sampai selesai...saya pun pulang, tak sengaja berpapasan dgn seorang anak belasan tahun yg sedang asik minum air mineral dari botolnya.

Iseng..saya pun bertanya...

“de...kenal gak sama si habib?”

“kenal bang...dia itu hebat...bisa nyembuhin orang”

Ah ..makin tak jelas...kembali kaki ini melangkah dgn perasaan miris.


bukan habaib

Selasa, 25 Januari 2011

Alhamdulillah naskah saya lolos untuk Audisi Penulis Buku Scary Moment.

Alhamdulillah, setelah seleksi yang begitu lama dan melelahkan, setelah molor beberapa hari dari janji semula, pengumuman naskah yang lolos untuk Audisi Penulis Buku Scary Moment bisa kami selesaikan. Dari 200an naskah yang masuk, kami harus mengeliminasi 100an naskah lainnya. Dan mencoba menyusun 100an naskah terbaik. Tentu dengan banyak pertimbangan dan seleksi yang cukup ketat, akhirnya 100 naskah ini bisa kami umumkan.

Target terdekat dari naskah ini tentu saja menerbitkannya menjadi buku. Dan itu adalah sebuah proses panjang lainnya. Jadi, insyaAlloh, kami akan mengerahkan segala kemampuan untuk segera menyelesaikan proses terbitnya buku ini.

Terimakasih kepada seluruh kontestan yang sudah menyempatkan diri mengikuti audisi ini. Mohon maaf kami tidak bisa menampung keseluruhan naskah yang masuk karena berbagai pertimbangan. Jangan kecewa jika belum berkesempatan bergabung dalam antologi kali ini. InsyaAlloh kami akan sering membuat event serupa agar kesempatan para penulis lebih terbuka lebar.

Dan inilah ke-100 naskah yang lolos Audisi Scary Moment. Susunan penomeran peserta tidak berdasarkan tingkatan prestasi naskah. Keputusan ini tidak bisa diganggu gugat.

1.    Pocong Berlumuran Darah Di Atas Cidomo ( El Kinanti)
2.    Gambar Dari Dimensi Lain (Triani Retno A)
3.    Perempuan Tanpa Bola Mata (Ade Anita)
4.    Cahaya Dalam Kegelapan (Syila Fatar)
5.    Lawu In Memoriam (Oekusi Arifin Siswanto)
6.    HKB (Dwi Larasati Subroto))
7.    Honey Moon Histeria (Chantie. S. Nugroho)
8.    Ke Pemakaman Menjelang Senja (Dini Kaeka Sari)
9.    Pelukan Sedingin Salju  (Arista Devi)
10.    Penulis Bayangan (Kiandra Aesha)
11.    Kenangan Di Rumah Batu (Eka Natassa Sumantri)
12.    Kejutan Teman Baru Di Tengah Malam (Novi Saswati Wulan Dari)
13.    Tersesat di Malam Gerimis (Jonru)
14.    Cekam Malam Pertama (Yessica E. Daryanto)
15.    Rumah Lama (Intan Hs)
16.    Nyonya Merah (Andrey Dhimas)
17.    Rumah Nomor Tigabelas (Dewi irianti)
18.    Malam Satu  Suro (Titik Setyowati)
19.    Suiit.. Suiiit.. (Erlita Pratiwi)
20.    Kuntilanak di Kamar Atas (Anda Reza)
21.    Teman Kerja Di Lantai 5 ( Deramdhani)
22.    Arwah Gentayangan Jadi Teman di Jalan (Okti Li)
23.    Peninggalan Jurit Malam (Melati Premasita Suci)
24.    Panggil Saja, Mereka Akan Datang (Rizayra)
25.    Digoda Hantu Cari Perhatian (Laksmi Satiti)
26.    Roh Nenek Pemijat (Mega Rosita Dewi)
27.    Ambulans Tua (Lonyenk)
28.    Sate 20 Tusuk (Alina Riztya)
29.    Senyum Si Nona Manis (Endang Ssn)
30.    Penunggu Kebun Kelapa (Haifa Rahma)
31.    Izin, Kami Tidak Mengganggu (Ahmad Faqir Junun)
32.    Gerangan Aneh Malam itu (Ayu Rahmah Hidayah)
33.    Jasa Jalangkung (Arieska Arief)
34.    Undangan Ki Yudho (Triana Dewi A)
35.    Akibat Menyimpan Jimat (Aslul Khitan)
36.    Monyet Pengasuh Bayi Dan Suara Misterius (Mia Salsabila)
37.     (Bukan) Scary Moments (Devania Annesya)
38.    Thursday Night Live (Indri Astutik)
39.    Rumah Apa Rumah? (Amanda Ratih Pratiwi)
40.    Result: Semua Setan Ada di Kamar Kamu! (Aldhey Dylan)
41.    A Scary Suicide Story (Kianinara Kei)
42.    Ceremai (Shine Fikri)
43.    Pocong Dalam Tempat Pemakaman (Awan Tenggara)
44.    Penampakan Di Atas Genteng (Deasy Lyna Tsuraya)
45.    Dia Yang Selalu Ada (Fuyuharuaki Kurihara)
46.    Wisata Klenik (Dini Damayanti)
47.    Sebaris Senyum di Wajah Tanpa Dosa (Dee An)
48.    Pak Tua dan Gadis Berwajah Muram (Mira Ananda Herman)
49.    Hati-Hati Dengan Mulutmu (Anisa Widiyarti)
50.    Bisikan Ganjil Bikin Menggigil (Inoey)
51.    Ruh Penjaga, Pergilah!! (Neng Nunung)
52.    Scary Moment (Ayyashiyahya)
53.    Iseng Membawa Petaka (Jaka Tarub)
54.    Pemberani Diluar Dan Didalam Rumah (Husna Linda Yani)
55.    Hantu Mati Gantung Diri (Muliyawan Dewi)
56.    Lorong Gelap Asrama (Wicha Spicca Breeze)
57.    Bermacam Jin di Sudut Kamarku (M.S Rohman)
58.    Kornea Kornelia (Weni Wahyuni)
59.    Sang Penyisir Rambut di Panggung Sandiwara (Syaifuddin Gani)
60.    Misteri Kuntilanak Syawalan (Arham Kendari)
61.    Khodam (Ziyan Setya)
62.    Rumahku, Istana Seramku (Gardina Wiryo)
63.    Mau Minum? Silakan Ambil Sendiri…(Yazmin Aisyah)
64.    Bayi Malang (Ragil Kuning)
65.    Penghuni Lain (Tuteh)
66.    Mahluk  Seribu Wajah (Wina K)
67.    Simpang Tiga Misterius (Fauziah Harsyah)
68.    Pak Kamis Si Ular Jadi-jadian (Enno Widyasalsa)
69.    Mantra Nyai Gumirang (Evie)
70.    Pohon Asam Angker (Henny Andriyani)
71.    Hantu Madura (Sri Winarti)
72.    Kisah Tersembunyi di Balik Rumah Kontrakan 6A (Fifa El Khansa)
73.    The Follower (Dian Nila Rusniar)
74.    Tiga Minggu Menjelang Pernikahan (Rismawanniati)
75.    Tiga Hari di Negeri Jin (Adheste)
76.    Maafkan Aku, Yat! (Visya Blue)
77.    Siapa yang Gerak??? (Umik Khoyyaty)
78.    Aku Diganggu Jin (Dinna Qurrotaa’yun)
79.    Sosok Manusia Berkepala Burung (Akhwatul Chomsiyah Firdausa)
80.    Jangan Panggil Dia (Novianita)
81.    Teror Kepala Kambing (Daniel DH)
82.    Ruqyah (Ummu Rumaisha)
83.    Dari Sepasang Potongan Kepala (Rap Al Ghifari)
84.    Dikerjai Hantu Gundul Saat Ramadhan (Diena Snowball)
85.    Teror Di Bukit Cabe (Arumi Ekowati)
86.    Mengapa Mereka Murka? (Faisal Rizal Zaenal)
87.    Keringat Itu Bukti Dia Ada Disini (Ihsan Rahmat)
88.    Saat Berlibur (Dewi Telaphia)
89.    Rumah Angker (Lucky Andrean Sanusi)
90.    Aku Dikurung  Empat Jin Rumah (Diah L Wardani, SE)
91.    KKN Jadi Ajang Uji Nyali…(Dian Onasis)
92.    Pengantin Kesurupan (Dang Aji)
93.    Jubah Putih Si Kunti (Abdillah Putra Siregar)
94.    Penghuni Rumah Megah Lantai Tiga (Widya Arum)
95.    Cucu Macan (Nursalam AR)
96.    Kuntilanak Kiriman Dari Mantan Kekasih (Riri Ansar)
97.    Dari Sebuah Ventilasi Kecil Di Belakangku (Eva Nadzia)
98.    Waspadalah, Tipu-daya Setan! (Ghofar El Ghifary)
99.    Miracle of Tidung Island (Delvi Avriani)
100.    Kami dan Nining (Fitri Amaliyah Batubara)

IndiePublishing Management

http://www.pro.indie-publishing.com/archives/167