Minggu, 16 November 2008

Mereka Tanggung Jawab Siapa?

Pria setengah baya itu asik membunyikan peluitnya dibawah sinar matahari, sesekali ia berteriak tidak jelas, Pakaian hansip lusuhnya penuh dengan pangkat – pangkat militer.Sepintas gayanya terlihat santai dan tidak perduli walaupun orang disekitarnya menahan senyum melihat tingkah lakunya, bahkan tak sedikit pula yg mencibir dan menjauh. Terkadang tangan kanannya diletakkan didepan jidatnya, mungkin sedang melakukan hormat layaknya prajurit yg ketemu komandannya, tapi buat saya aktifitas itu lebih terlihat seperti menutupi wajah karena panas matahari yg menyengat.

Fenomena ini saya lihat ketika sedang melintas tepat didepan Polres Jakarta Selatan.

Orang Gila…ya begitu kita menyebutnya. Orang yg gangguan jiwanya terganggu ini semakin hari semakin banyak saya saksikan di pinggir – pinggir jalan.

Penderita cacat mental psikotik di DKI Jakarta dari tahun ke tahun memang terus bertambah. Sebagai perbandingan, pada tahun 2001 Dinas Bina Mental dan Kesos DKI Jakarta mencatat ada 2.010 penderita psikotik atau tuna laras di Jakarta. Tahun 2002, jumlah tuna laras menjadi 2.337 orang atau meningkat 327 orang. Namun, karena panti sosial yang ada sudah kelebihan daya tampung, mereka pun tetap telantar dan berkeliaran di sepanjang jalan Ibu Kota. Mereka kerap terlihat tidur di bawah jembatan layang, halte bus, atau pasar dan terminal. Orang gila itu berbaur dengan gembel dan pengemis.

Umumnya mereka2 yg ”beruntung” di tampung di panti – panti sosial, Lalu pertanyaannya sudah cukup efektifkah keberadaan panti2 ini?

Sebagai contoh, hasil pencarian saya di warung bang google adalah sbb.

Penghuni Panti Sosial Bina Laras Harapan Sentosa 02 Cipayung, Jakarta Timur. Panti binaan Dinas Bina Mental dan Kesejahteraan Sosial Pemprov DKI Jakarta tersebut khusus membina orang sakit jiwa atau cacat mental psikotik. Panti saat ini dihuni 307 orang, atau kelebihan 107 orang dari kapasitas 200 penghuni.

Tidak ada ukuran yang pasti sejauh mana para pasien bisa sembuh dan normal seperti sediakala. Untuk itu, panti tetap menampung mereka hingga seumur hidup jika tidak ada keluarga yang mengambil.

Satu lagi..masalah yg sepertinya dilupakan oleh Pemerintah.

Walaupun mereka tak punya KTP

Walaupun nyanyian Indonesia Raya mereka tak sesuai urutan

Tapi mereka tetap Warga Negara Indonesia yg perlu diperhatikan kesejahteraan hidupnya.

Teringat seloroh kawan saya ”Kalau kesangkut kasus hukum pura-pura Gila aja”

Hehehehe..bener juga ya..karena mereka kan bebas dari hukum, baik hukum Positif maupun Hukum syariat.

Ternyata ada untungnya juga jadi Orang Gila.

Ada yg berminat?

 

 

Senin, 20 Oktober 2008

Jurnal saya menjawab kegalauan seseorang

Sebut saja namanya Dira

Keinginan besarnya utk mencari kawan lamanya terjawab di jurnal saya.

 

Satu sisi ini merupakan kabar gembira untuk Dira

Tapi di sisi lain juga menjadi satu kabar duka.

Karena sahabat dekatnya yg dicari selama ini muncul di Jurnal saya dengan judul ”selamat jalan sahabat”

 

Ya.. sahabat yg dicarinya selama ini sudah menghadap sang Illahi Rabbi.

 

Segala puji bagi alloh...yang telah menjawab kegalauan umatnya lewat mesin pencari di Internet bernama Google.

 

Apa Almarhum bahagia?

Itulah pertanyaan yg dilontarkan Dira kepada saya di tlp genggam sore kemarin.

Saya jawab ya..saya bisa pastikan itu.

Karena pribadi almarhum yg saya kenal adalah Pribadi yg taat kepada Penciptanya sampai ajal menjemputnya beberapa bulan lalu.

Itulah ukuran Bahagia menurut saya.

Dira senang mendengar cerita saya, tapi tak bisa dipungkiri, dari bicaranya seakan masih tersirat rasa bersalah yg belum termaafkan dari sahabatnya itu.

Mudah2an bisa menjadi hikmah untuk kita semua khususnya saya sendiri, bahwasanya Alloh akan menjawab kegalauan setiap umatnya dengan cara apapun.

 

 

** Untuk Dira Nun jauh di Ausy. Almarhum bahagia..mungkin Cuma kata itu yg bisa saya sampaikan.

Selasa, 14 Oktober 2008

GULTIK itu kini GULung TIKar

Gultik itu…?(seperti yg saya tulis disini)

Singkatan Gultik itu kini tak lagi menjadi Gule Tikungan tetapi menjadi Gulung Tikar.

 

“yang punya modal mah pada bikin gerobak pak, sebagian  pada putus asa” Begitu kata salah satu tukang nasi gule yg terlibat obrolan dengan saya pagi ini.

 

Wah Wah bakalan makin banyak pembunuhan nih…Loh?

Iya..Makin banyak Pengangguran akan semakin meningkatnya angka kejahatan, meningkatnya angka kejahatan otomatis beiringan pula dengan kasus pembunuhan...hiyaay..(kejauhan ya nalarnya).

 

”Yaah mau gimana lagi pak..namanya juga kita numpang, yg putus asa itu yg gak punya modal pak, dan gak tau harus ngapain dan mangkal dimana lagi, kan kita udah berpuluh2 tahun disitu, sekalipun dapet tempat belum tentu seenak di tikungan itu” begitu lagi ujar bapak penjual nasi gule yg tinggal ngontrak di bilangan Gandaria ini.

 

Para pedagang Nasi Gule itu memang numpang dipinggir halaman sebuah rumah besar, dengan alasan rumahnya akan dijual oleh si pemilik, lalu para pedagang itu pun ”ditendangi” pihak Polres.

 

Loh Kok Polres?

Iya pak..yg punya rumahnya Pak Jendral” tukasnya sambil menghisap djisamsu yg sudah hampir sampai pd ujung batangnya itu.

 

Oooh..suseh deh kalo udah berurusan sama bintang bintang dilangit yg biru amat banyak menghias angkasa.

 

”Mudah2an ya pak dapet tempat mangkal yg enak lagi”

Cuma itu yg bisa saya katakan kepada si Mas Tukang Nasi gule ketika selesai makan.

Ya eya lah..emang mo bilang apalagi..masa bilang I Love U..

Minggu, 07 September 2008

Genderang Perang Buat Pendatang

Urbanisasi….Layaknya seperti banjir dan macet, masalah klasik ini entah sampai kapan terselesaikan.

Diakui atau tidak Jakarta tetap menjadi surga bagi kaum pendatang

Entah cara efektif apa yg dapat mengurangi jumlah pendatang baru yang ”menyerbu” jakarta setiap tahunnya.

Jakarta.. masih menjadi kota Impian bagi para penduduk daerah.

Persoalan Ekonomi menjadi Motivasi mereka untuk sama – sama ”berkelahi” di Jakarta.

Doktrin Teman dekat atau Tetangga yg lebih dahulu ke Jakarta adalah Faktor lain yg memotivasi mereka semakin ngiler memandang Jakarta.

Padahal ujung2nya begitu sampe disini...Paling banter jadi pegawai Telkom. Yg punya hoby gali pinggiran jalanan.

Masih mending kalo ke Jakarta punya tempat tinggal...

Ujung2nya tanah kosong milik Negara ditempatin..begitu disuruh pindah ngamuk2 minta ganti rugi.

Lihat deh Data Pertambahan penduduk sampai tahun 2006 dibawah ini

Tahun

Arus Mudik

Arus Balik

Pertambahan

2002

2,643,273

2,874,801

231,528

2003

2,816,384

3,021,214

204,830

2004

2,213,812

2,404,168

190,356

2005

2,136,973

2,317,740

180,767

2006

2,439,992

2,564,419

124,427

 
Ck ck ck ck ck….Hawa nafsu macam apa yg memobilisir mereka dateng ke Jakarta.

 
Dan akhirnya Genderang Perang itupun saya tabuh semalam ketika beli lauk sahur di Warung Nasi Padang yg kebetulan sewa tempat dari orang tua saya.

 
“Uda ..lebaran ini pulang kampung?”

”Insya Alloh pulang den”

”Jangan bawa temen ya” dengan muka serius tentunya.

Si Uda pun Cuma nyengir kecil....

 

Siapa suruh datang Jakarta.............

Senin, 25 Agustus 2008

Demi Rating Apapun dilakukan


Pernah nonton program reality Show Termehek - mehek di Trans Tv?
Acara ini tayang setiap Sabtu dan Minggu jam 18.30.

Sedikit Gambaran singkatnya, Acara ini mengupas tentang kasus kehilangan seseorang, entah itu pacar, temen bahkan kakek yg udah lama lost contact.

Dan Akhirnya tanpa sengaja, Edisi minggu kemarin menguak kebohongan reality show tsb.
Awalnya saya sudah mengira program ini pasti bagai pinang dibelah gergaji dengan reality show yg lain. Mengumbar cerita bohong demi sebuah rating.

Pada Episode itu bercerita seorang cewe yg udah 3 bulan ditinggal cowonya yg bernama Ruly.
Usut punya usut selidik punya selidik layaknya detektif Hunter tahun 80an, ternyata oh ternyata si Ruly terlihat jalan dengan seorang Wanita setengah baya yg pada episode itu dianalogikan sebagai seorang Tante Girang.

Pada satu segmen tiba2 Istri saya yg sedang asyik nonton nyeletuk dan membuyarkan canda saya dengan Fayyaz, " Loh yang..itu kayak temen kamu tuh"
Begitu Mata ini tertuju pada Televisi 21 Inc itu, spontan heran dan sedikit terkejut sambil sedikit pingsan (bagian yg ini rekayasa..).

"Ngapain ya temen-temen gw itu?" dalem hati
"Apa emang kenal dengan tokoh Ruly di adegan tersebut atau.." masih dalem hati.

Seribu tanya dalam hati akhirnya memaksa tangan ini meraih Hp diatas meja rias istri saya dan langsung menghubungi teman saya tsb.

"Hehehehehehe...bohongan kok den, udah di set dari mulai cerita sampe pemain - pemainnya, lu mau ikutan juga bisa, entar gw daftarin, kebetulan gw kenal sama team reality shownya nanti biar mereka seting ceritanya kayak apa"

Begitulah kira2 klarifikasi yg diberikan teman saya.

Gubraks...Lagi lagi demi rating apapun dilakukan..

"Tuuuuh..acara favorit kamu rekayasa tuh,besok jgn ditonton lagi" begitulah omel saya ke istri yg masih asik duduk didepan televisi sore itu.

Makin harus selektif nih milih program tv.





Selasa, 19 Agustus 2008

Most Romantic Place In The World

Bayangkan kita dapat duduk sambil berpegangan tangan?

Saling memandang dengan penuh harapan?

Menahan nafas untuk dapat memahami sesuatunya ?

Meluapkan perasaan masing2 tanpa kata2?

Dan akhirnya lega dgn apa yang dilalui bersama?

romantis betul tempat ini
dari Milis sebelah

Senin, 18 Agustus 2008

Hangatnya Agustusan Kemarin

Hangat sekali Agustusan tahun ini di daerah rumah saya.
Pasalnya mereka2 yg pernah tinggal di daerah rumah saya kembali kumpul pada hari itu.
Dari yg mulai Korban Gusuran..atau Keluarga yg dibawa Suaminya semenjak menikah.
Dan Peringatan Kemerdekaan tahun ini pun jadi ajang reuni.

Dimulai dengan acara Senam Pagi tepat jam 07.00, Senam Pagi yg lebih banyak sesi becandanya dibanding olahraganya menurut saya.Maksud hati memeluk Gunung tapi apa daya kepentok Perut...
Maksud Hati Mau Olahraga biar sehat tapi apa daya tukang Lontong Sayur Lewat.Dan..Aktifitas saya dan teman2 se"level" pun berhenti karena mendengar irama merdu dari ketukan sendok dan piring si Abang..Teng..Teng..Teng...Lontong sayur Komplit pun masuk ke perut di tengah irama Senam Kesegaran Jasmani.

Sekitar jam 09.00 Acara Lomba2 pun dimulai...
Dari mulai Lomba Rebutan Karung (reinkarnasi dari lomba balap karung)
Bakyak Ceria (Inilah lomba harga diri..karena kalo kalah, siap2 aja seharian dicengin kelompok yg menang)
Bola Babi Daster
Dan Lomba2 Standart 17an lainnya

Yaaah Namanya juga acara keluarga...yg ikut lomba gak lain dan gak bukan masih silsilah dari struktural Kepanitian..Dan Efek nya adalah Kecurangan dan Nepotisme pun merebak pada Lomba Siang itu...hehehehehehe
Lucu..Seneng..Gembira..Tawa Canda adalah refleksi dari sebuah peringatan Kemerdekaan Siang itu.

Yang Kalah...
Ataupun Yg menang...
BUKAN SOAL...

Yg harus dicatat adalah bahwasanya kebersamaan SUNGGUH TAK TERNILAI...

MERDEKA!!!!!!

Rabu, 13 Agustus 2008

Apa Kabar Perda Tibum??

Entah Kekuatan apa yg semakin membuat orang - orang itu berduyun duyun mendatangi Ibu Kota.Tujuan yang tidak jelas mengakibatkan kota yg sudah sempit ini menjadi semakin sempit.
Terlepas dari Entah ada yg Mengokomodir atau tidak tetapi jumlah mereka yg mencari nafkah di jalan dengan melanggar hak pengguna jalan semakin meningkat setiap tahunnya.

Lalu apa Kabar dengan Perda Ketertiban Umum?
Perda ini berisi kewajiban dan larangan yang dimaksudkan untuk meminimalisir jumlah pendatang yang akan mengadu nasib di Jakarta. Para pendatang yang tidak memiliki pendidikan, ketrampilan dan keahlian dianggap sebagai sumber berbagai konflik dan masalah di DKI. Mereka akan menambah jumlah gelandangan, pengangguran, pengemis, PSK, PKL, dan sektor informal lain yang hanya akan memperburuk pemandangan ibukota.

Maksud yang baik dari Pemerintah daerah Ibukota. Tapi apa daya...Entah kesadaran hukum yg belum terealisasikan atau Penegakan Hukumnya yg masih Mencla - Mencle.

What Ever lah..Tapi sebagai Pengguna Jalan, se
menjak diberlakukannya Perda No 8 tahun 2007 ini tak merubah apapun dari kegiatan "mereka".

Pengemis yg entah asli atau tidak semakin menumpuk saja setiap harinya dilampu merah, ironisnya sebagian dari mereka saya taksir masih berusia dibawah lima tahun.

Oh God..kemana gerangan dikau wahai Struktur Hukum??
Tampaknya Pepatah lama itu masih berlaku "Hu
kum dibuat Untuk Dilanggar"

Mungkin gambar - gambar dibawah ini bisa menginspirasikan mereka agar lebih santun mengemis di jalan dan sekaligus jadi pemandangan unik buat pengguna jalan.

(Uniknya Pengemis Eropa)


Gambar dari milist Tetangga

Senin, 04 Agustus 2008

Siang ini di Sebuah Kelurahan

Kenapa semua harus dikerjakan secara manual????

Pletak Pletek Pletak Pletek..
Suara mesin ketik itu seakan merobek telinga saya..

(entah sampai jam brp hrs menunggu)

Rabu, 30 Juli 2008

Mereka ada Disana...

Dengan tidak mengurangi rasa hormat terhadap mereka..

Bukan bermaksud Mendiskreditkan satu kelompok atau individu..

Hanya sekedar share..

Buat Kalian Jangan berlama lama nongkrong di tempat2 di bawah ini, kalau...tidak ingin menjadi korban Ryan selanjutnya...hehehehehehe..Peace Akh

 

JAKARTA

Lap. Banteng (BT), campur, malam, komersial.
Tugu/Gelanggang Senen, campur, malam, komersial.
Bioskop Grand Duta/Mulya Agung (Grand/MA), persimpangan Jln Kramat Raya-Kwitang, campur, siang & malam.
Terminal Bus Senen (kamar mandi 'Si Unyil'), campur, komersial.
Dangdut Senen. sebelah gelanggang Senen/seberang terminal bus, campur, komersial.
Cililitan (Cili-terminal lama), di sekitar terminal lama, campur, malam Minggu. Jangan datang selain malam Minggu. Bahaya!!!
Gedung Bioskop Cinere, di lobi, mayoritas brondong, malam.
Ciputat-Gedung bioskop Sahara, di pelataran, mayoritas brondong, malam.
Kolam renang Ancol (di bawah 'Air Terjun'). Minggu sore.
Sogo. Plaza Indonesia. Hotel Grand Hyatt, bundaran HI, mayoritas brondong, siang & malam.
Pasaraya Big & Beautiful Blok M, toilet lantai dasar/pintu masuk parkir, campur, siang & malam.
Blok M Plasa/Terminal Kebayoran Baru, mayoritas brondong, siang & malam.
Atrium/Segitiga Senen,. depan Studio 21, mayoritas brondong, siang & malam.
Metro Kafe, Puri Indah Mal Lt.1, 10.00-21.00 WIB.
Kebanyakan Disko di Jakarta adalah tempat mangkal gay.
Tanamur (disko), Jln Tanah Abang,Kamis malam banyak gay, Minggu malam lines, campur, komersial.
The New Moonlight (ML), persimpangan Hayam Wuruk-Mangga Besar, Rabu malam & Sabtu malam Minggu, gay & lines.
Kasturi Diskotik, Jln Mangga Besar Raya 10 E, Senen malam Selasa, Gay Night, 22.00 WIB-selesai.
Furama Pub & Diskotik, Jln Hayam Wuruk Raya 75 (sebelah Holland Bakery), Selasa malam Rabu, Gay Night, 22.00 WIB-selesai.

 

TANGERANG
Bioskop Cimanggis Teater.

 

BOGOR
Sekitar Pertokoan Internusa & depan RRI, gay & waria.
Depan Hotel Salak & depan Istana, malam, waria.
Tugu Kujang, di sekitar pos penjagaan.
Halte-halte Jln Pajajaran (sebelum Internusa Shopping Center), dekat pagar lingkar Kebun Raya.
Karaoke Mulia, Minggu malam Senen, 21.00 WIB, campur.
Taman Topi, Jln Kapt.
Muslihat.

 

BANDUNG
A2B (alun-alun Bandung), malam.
Marabu Club, Jln Suniaraja simpang Jln Braga.
Jln Sumatra, sepanjang kantor Bala Keselamatan & Ponderosa, malam, waria.
LA Dream Palace, Asia Afrika Plasa, Rabu malam, gay & lines.
Bandung Indah Plasa Lt. 3, sore & malam, gay.
North Sea, Jln Braga, bule.
Lap. Gasibu, depan Gedung Sate, gay.
Pasar Lembang, waria.
Jln Raya Cimahi, waria.
Asterix Bar, Hotel Kumala, gay.

SURABAYA
Texas
(Terminal Joyoboyo), sepanjang sungai, malam, gay.
Jln Irian Barat, tiap malam, waria.
Taman Remaja, sekitar panggung waria show, Kamis malam Jum'at jam 21.00-22.30 WIB, campur.
Kal(i)for, jalan tembus Plasa Surabaya di atas jembatan seberang gedung WTC dan Hotel Radisson, tiap malam > 22.00 WIB, kucing.
Diskotik Lido, Kamis malam & Minggu malam jam 23.00 WIB-selesai, gay, waria & kucing.
Pantai Pattaya, Jln Kangean (jalan tembus dari Jln Pemuda ke Embong Sonokembang), depan Monumen Kapal Selam, tiap malam, gay & kucing.
Kafe Excelso (TP III Lt. III dan Surabaya Plasa Lt. dasar), gay dan hetero.

 

 

YOGYAKARTA
Alun-alun Utara, tiap malam > 19.00 WIB, gay. Sesudahnya, ngumpul di lesehan nasi uduk Prada, samping Jln Sosrowijayan.
Borobudur Bar, tiap malam > 21.00 WIB, gay.
Excelso Cafe (Malioboro Mall), gay & hetero.
Kolam renang FPOK-IKIP. Minggu sore, gay.
Diskotik Graha Paramitha, Rabu malam, campur, HTM Rp10.000,00.
Yogya Cafe, campur.
Kolam Renang Umbang Tirta, Minggu pagi, gay.
Taman depan Bank Indonesia (Senopati), tiap malam, waria.
Sepanjang Jln Kapas, tiap malam, waria.
Jln Suroto, malam Minggu. waria.
Purawisata, Kamis malam, waria show.
Kafe Wayang, Jln Mayjen Sutoyo 65, Selasa-Minggu, 11.00-01.00 WIB. Playback show, Minggu, 21.00 WIB.
Lomba Bakat, Jumat minggu I & III, 21.00 WIB.

Sumber diambil dari sini



Rabu, 23 Juli 2008

Bukan sekedar Nge-Gas, Nge-Rem atau menarik Kopling

Pengguna sepeda motor di Tanah Air terutama di kota besar seperti Jakarta, terus meningkat. Salah satu faktor yang mendorong semakin banyaknya pemakai sepeda motor adalah karena kendaraan ini irit, murah, dan lincah bergerak di tengah kemacetan.

Sejak negara ini dilanda krisis moneter kemudian dipicu lagi dengan kenaikan harga bahan bakar minyak, sepeda motor menjadi alat transportasi sehari-hari masyarakat yang paling favorit.

Memiliki Sepeda motor bukan hal yg sulit sekarang ini, tanpa uang muka motor baru pun siap di gondol pulang.


Meningkatnya pengguna sepeda motor di iringi juga dengan meningkatnya pelanggaran lalulintas di jalan raya, tercatat berdasarkan data Polda Metro Jaya per Oktober 2006, dari 4.026 kecelakaan lalu lintas, 81, 6 persen di antaranya dilakukan pengendara motor. Astrajingga.....

Yang jadi masalah adalah mudahnya orang mendapatkan sepeda motor memudahkan juga seseorang berlenggang ria di jalan raya. Mau bisa atau tidak..yg penting naik motor.

Modal tangan kanan bisa nge-gas dan kaki kanan bisa nginjek pedal rem..selesai urusan.

 
Padahal berkendara gak cukup sampe disitu...

Mobilitas orang2 jakarta yg tinggi memaksa mereka gas poll untuk sampe tujuan, entah bagaimana caranya.

 
Decakan lidah dan geleng – geleng kepala hampir setiap hari saya lakukan ketika di jalan raya. Dari sekian ribu pengendara itu ada aja yg bersikap ”aneh” menurut saya.

 
Dalam keadaan macet biasanya saya bisa berlenggak lenggok ditengah2 jajaran mobil. Tapi ketika ada pengendara baru yg Cuma bisa nge – gas dan ngerem aja, kelihaian saya tersebut pun terhenti.

 
Saya pun bukan termasuk golongan yg ahli dalam berkendara, tetapi dari pengalaman lebih dari 5 tahun di atas motor saya tau unwritten law yg ada di jalan raya, saya tau harus berhenti dmn, saya tau celah mana yg bisa dilewati ketika macet, saya tau kapan harus membunyikan klakson..dan lain lain..dan lain lain..

 
Gregetan...mungkin kata itu yg pas buat mereka yg Cuma bisa nge-gas dan nge-rem doang.

 
Tapi apa mau dikata..jalanan jakarta bukan punya keluarga saya atau punya bang H. Toyib..Jadi ya pasrah aja.

 
Dari data yg saya dapat dari warung Bang google pertumbuhan speda motor di jakarta cukup pesat sekitar 1.035 buah per hari atau hampir lima kali lipat dari pertumbuhan mobil...Glek...Glek...dari jumlah segitu berapa ya yg punya SIM yg bener2 SIM..

 

Rabu, 09 Juli 2008

Main Bola yuk!!..Dimana? Ditengah jalan dong!!!

Kurangnya sarana bermain untuk anak - anak di jakarta memaksa mereka menggunakan jalan umum untuk bermain, dan yg juga sering saya lihat banyak orang tua yg menyuapi makan anaknya di pinggir jalan dan membiarkan anaknya berlarian kesana kemari dengan resiko yg cukup berbahaya.

Dulu..ketika saya kecil mau main lari2an dimanapun tinggal pilih, kebon singkong, kebon pohon pisang, lapangan Bola dan masih banyak tanah lapang lainnya yg masih kosong.

Sekarang....

Main Layangan ..di tengah jalan.

Main Bola .....di tengah jalan.

Mengasuh anak...di pinggir jalan.

Di kampung saya setiap tahun tutup jalan untuk malam gembira dan perlombaan, itu pun harus bertengkar dulu dengan pengguna jalan umum...entah siapa yg salah.

Hhhmmm...Tembok - tembok bangunan itu seperti tumor ganas yg setiap bulannya semakin menjalar.

Dan yang menjadi pertanyaan saya apakah pembangunan juga dapat melanggar Hak Asasi Manusia..Khususnya Hak anak - anak itu?

 
Dan Sebait syair dari Iwan Fals pun terlantun ketika telunjuk kanan ini menekan tombol shutter kemera digital saya, di pinggir jalan sore itu.

 
”Di depan Masjid samping rumah wakil Pak Lurah”

”Tempat Dulu kami bermain mengisi cerahnya hari”

” Namun sebentar lagi..Angkuh tembok pabrik berdiri”

”Satu persatu sahabat Pergi ...dan tak akan pernah kembali”

Rabu, 18 Juni 2008

Transformasi itu begitu Signifikan


Photo di atas adalah ketika pernikahan Sisil, kawan saya di Smp.

 
Makhluk besar yg berdiri disisi paling kiri itu tak lain dan tak bukan adalah saya.

Dibandingkan dengan kawan2 disebelah saya, yg menunjukkan progress terutama dibagian2 tubuh tertentu adalah saya. Gak tau kenapa, padahal setau saya selama ini belum pernah tuh sekalipun kecebur minyak tanah.

 

Orang bilang Gemuk itu Makmur….Makmur darimane booos??

Dengan berat badan 85 Kg ini jelas aktifitas jadi semakin lamban. Tak selincah dulu (emang dulu lincah?).

 Ya Transformasi itu begitu signifikan, Pola makan yg tak teratur (mungkin) membuat badan saya yg dulu gak jauh2 amat sama Nicholas Saputra dan sekarang nyaris mendekati Roni Dozer ini semakin menunjukkan kehebatannya.

Dari mulai Astaghfirulloh sampai innalillahi selalu nyaris saya dengar ketika bertemu dengan seorang kawan yg sudah lama tak jumpa dengan saya.

So Hipotesa saya dari survey ke beberapa orang yang se ”level” dengan saya adalah sebagian bilang merasa tersiksa dan sebagian lagi bilang enjoy ajaaa tuuuh. Dan Alhamdulillah saya termasuk golongan yg enjoooy aja tuuuuh. Menikmati aja apa yg sudah ditakdirkan oleh Alloh. Mungkin DIA punya rencana lain dibalik kegemukan saya ini (gak nyambung ya....iya saya tau).

 Wah harus makin rajin beribadah nih, kebayang kalo nanti saya meninggal kasian yg gotong kan, mudah2an amal baik saya bisa meringankan bobot badan saya ini hahaha amiiin..

Ya kan??ya dooong...jgn sampe di dorong pake troli nanti saking beratnya (plus dosa)

Naudzubillah

Akhirul kalam, mengutip Motto dari salah satu Mpers

” GOD ...IF U CAN’T MAKE ME THIN, MAKE MY FRIENDS FAT....”

 


Selasa, 10 Juni 2008

Obrolan Sore Itu (Lebih Indah dari Disney Land)

"Semua agama yang ada Di Indonesia pernah saya ''cicipi" "
"Bahkan saya pernah menjadi seorang Atheis..."
"Akhirnya saya mengenal dan Memutuskan Memeluk Islam dari seorang Muslimah yg sekarang menjadi Istri saya"

"Dan setelah itu semuanya terasa Indah..."
"Hidup saya seakan lebih berarti ketika saya mengenal Islam"


"Bukannya sombong, saya ini punya banyak Uang...Hampir seluruh Negara di belahan Dunia ini pernah saya kunjungi, setelah masuk Islam saya mengunjungi Mekah, dan itulah negara paling Indah yg pernah saya kunjungi, ketika melihat Ka'bah dari kejauhan, air mata saya tak tertahan, lebih Indah dari sekedar tembok Cina, Air Terjun Niagara, apalagi Disney land...hahahaha"

"Sekarang dalam seminggu, 3 hari saya sempatkan untuk belajar Al Qur'an"

Dan....Saya pun hanya terdiam, sambil menyeruput segelas coffemix dan menyulut kembali sebatang Marlboro Lights saya (entah sudah batang yg keberapa).
Kagum...Malu...Sedih..Haru...jadi satu pada obrolan sore itu, disebuah kantin Universitas Swasta tertua kedua di Jakarta.

Akhirnya tubuh tinggi kurus dan bermata sipit itu pamit pulang kepada saya, berjalan menghampiri Mercy New Eyes nya yg terparkir dibawah pohon palem disamping Masjid Sutan Takdir Alisjahbana.

Dan..Obrolan sore itu...Membuat saya haru..


**Untuk Bang Chris...Semoga tetep Istiqomah ya bang. Nice To Know U.


Selasa, 03 Juni 2008

Nak, Ayahmu Bukan siapa - siapa

Nak..Ayahmu bukan siapa - siapa.
Bukan seorang jendral bukan pula seorang Kyai apalagi Kepala Negara.
Nak..Ayahmu hanyalah orang biasa.
Yang punya standar keinginan yg sama seperti orang tua yg lainnya.
Nak..Ayahmu bukan seorang ahli ibadah.
Tapi Ayahmu tau mana yg halal dan mana yg haram. Tau mana harta yg boleh aku berikan untuk menafkahimu dan ibumu.

Nak..kelak duapuluh atau tigapuluh tahun lagi ayahmu yg bukan siapa - siapa ini melihat kamu menjadi sesuatu.

Mendengar namamu pada pengumuman kejuaraan pembacaan ayat suci Al Qur'an..Mungkin.
Melihatmu di panggung demonstrasi berorasi dgn lantang..mungkin.

Atau Melihat kamu berada di barisan paling depan membawa parang atau golok ketika agamamu dilecehkan.

Nak..Ayahmu yg bukan siapa - siapa ini... mungkin terlalu berharap banyak....

Senin, 05 Mei 2008

Begitu Besar Pengorbananmu (sebuah Kronologis)


Photo diatas diambil candid oleh kakak saya .

Diambil sesaat setelah operasi Caesar selesai dilakukan.

 

Sambil duduk termenung disampingnya, pikiran ini jauh melayang teringat Ibu yg melahirkan saya dulu.

Begitu besar pengorbananmu…antara Hidup dan Mati sangat tipis sekali jaraknya

Ah pantas saja kalau Surga ada dibawah telapak kakimu.

 

Setelah Dokter menyarankan untuk Operasi Caesar, Istri saya masih tetap kukuh untuk melahirkan normal.

 

Air ketuban sudah kering, pecah keluar bersama banyaknya darah.

Placenta menutupi jalan lahir

Posisi bayi belum berada di mulut rahim.

Tidak ada kontraksi sedikitpun.

Alasan medis itulah yg memutuskan Dokter menyarankan untuk melahirkan caesar.

 

”Pikirkan baik baik keselamatan ibu dan bayi bapak” begitu ujar Dr.Prima Progestian menyarankan saya.

Akhirnya surat pernyataan Untuk melakukan Operasi pun saya tanda tangani.

Sesaat setelah itu saya hampiri istri dan berbisik di telinganya ”Sabar...”


Saya lihat jelas ketakutan di matanya, karena seumur hidupnya baru kali inilah ia menjalani Operasi besar.

Di pinggir tempat tidur saya coba untuk menghibur, bercanda dan selalu mencoba untuk tersenyum.

Padahal, kalau saat itu kepala saya dibelah dan dada saya dirobek, Otak ini seperti kram, Jantung ini seperti habis lari 1000 Km. Stress saya bahkan melebihi Istri saya yg akan menjalankan Operasi. Tapi di depannya lengkungan indah dibibir saya tetap saya pertahankan sampai depan Pintu kamar Operasi.

 

15 Menit kemudian bayi saya sudah berhasil dikeluarkan.

Allohuakbar..Subhanalloh..Sungguh Indah ciptaanMu Ya Kariin...

Bayi saya lahir dengan sehat dan selamat jam 20.45 bersamaan dengan lebatnya hujan diluar Rumah Sakit.

 

Seperempat jam lebih saya menunggu Istri saya keluar dari kamar operasi sampai akhirnya suster mempersilahkan saya masuk untuk melihat kondisinya.

 

Melihat wajahnya, kembali teringat ibu yg melahirkan saya.

Alloh..Mulia sekali makhluk engkau yg bernama perempuan ini.

 

”Baby gmn?sehat?” Cuma itu yg terlontar dari mulut istri saya ketika sadar.

”Baby sehat” ujarku , selanjutnya ia terbenam kembali dibawah pengaruh obat bius, tak perduli badannya yg lemas tak berdaya di atas tempat tidur, tak perduli selang infus melingkar di tangan kanannya.

 

Dan...

Dunia pun semakin terasa Indah sejak malam itu.

 

 


Senin, 07 April 2008

Tidak Qualified dan Profesionalnya Nokia Care Service

Cerita ini berawal ketika dimana saya membeli sebuah HP Nokia dengan type 7610 untuk Istri saya. Baru 2 bulan pemakaian ternyata ada kerusakan yg menyebabkan tidak terbacanya Memory External yg ada di HP.

Berhubung HP tersebut masih garansi lalu pada tanggal 27 Februari saya membawa HP tersebut ke NCC D Best Fatmawati untuk di service. Pihak Nokia menjanjikan HP saya selesai dalam waktu 4 hari.

Setelah 4 hari saya hubungi pihak Nokia By Phone dengan harapan HP saya sudah selsai tentunya. Akan tetapi saya masih harus menunggu sampai dengan 2 minggu, dengan perasaan kecewa akhirnya saya ikuti saja prosedural tersebut.

Setelah 2 minggu saya kembali hubungi pihak Nokia. Ternyata sudah bisa ditebak saya harus menunggunya kembali sampai dengan 4 hari.

4 Hari kemudian ternyata HP saya belum selesai juga lalu dengan enteng pihak customer service mereka meminta saya untuk menunggu lagi selama 2 minggu, tanpa ada sedikit pun permintaan maaf, kontan saya naik pitam, gak perduli suara yg terdengar disana seorang perempuan, bahasa ragunan pun meluncur dengan derasnya dari mulut saya.

Sampai dengan hari ini 08 April 2008 HP saya masih tak ada kabar padahal mereka janji akan menghubungi saya pagi ini. Damn....

Dimana ya Profesionalitas dan kinerja mereka untuk berusaha memuaskan pelanggan?

Saya sudah berusaha sabar tapi yg jadi maslah adalah tidak ada folow up ke saya by phone perihal keadaan HP saya, malah saya lah yg harus selalu menhubungi customer care mereka yg nomor bangsatnya itu susah dihubungi.

Setelah saya cek di Site ini ternyata bukan hanya saya saja yg kecewa, ini membuktikan tidak qualified dan sangat buruknya pelayanan mereka terhadap konsumen.

Buat rekans2 hanya sekedar berbagi cerita dan kalau bisa jangan sekali2 service di Nokia Care Centre.

esmosi.com

Senin, 11 Februari 2008

Bendera kuning untuk Orang Meninggal

Ketika ada kematian pemasangan bendera kuning seperti menjadi hal wajib yg harus dilaksanakan. Entah berawal dari mana saya pun kurang tau pasti, beberapa sumber dan forum yang saya baca di internet tidak juga membahas secara eksplisit perihal pemasangan bendera kuning tersebut.

 

Mungkin bisa juga dikaitkan dengan Lampu kuning pada lampu Lalu lintas yg berarti hati – hati. mungkin agar kita berhati – hati karena ada yg meninggal. Mungkin hati – hati bahwasanya kita juga akan meninggal.

 

Menurut yang saya baca di sini secara global dulu bendera kuning lebih dikenal sebagai penanda adanya penyakit menular yang mematikan oleh karena itu menjauhlah, Waduuuh berubah substansi kah?

 

Lain lagi menurut kawan saya, dikampungnya sragen Jawa tengah tidak semua simbol kematian di identikkan dengan warna kuning, disana simbol kematian juga  di identikkan dengan warna merah. Kalau di Jogja katanya sih semua warna putih.

 

Entah ada hubungannya dengan literatur sejarah atau tidak perihal ”warna” kematian didaerah tsb, tapi yang pasti sampai sekarang pun saya juga masih bingung, kenapa mesti warna kuning?

 

Yang lucu...masih menurut kawan saya, pemasangan bendera kuning itu merebak pada zaman orde baru, konon katanya pada zaman itu Golkar sangat berkuasa dan ditakuti.So kalau mau aman ya di pasang lah bendera warna kuning...He he he he...

 

**hanya selingan untuk hari ini

Rabu, 30 Januari 2008

Apologi Untuk Guru ku

Hari ini kok jadi keingetan kelakuan – kelakuan edan saya waktu jaman sekolah dulu..

Duuh Maafkan diriku wahai guru – guruku..

 

Ketika SMP…

 

Maaf ya Pak..Bu..inget gak Soto Betawi buatan kelompok saya pada saat pengambilan nilai ujian Tata Boga dulu?

Soto nya sih gak masalah..Cuma Paak..Buuu..Berhubung kelompok kami lupa bawa kelapa, so santennya itu hasil dari ngumpulin sisa peresan kelapa di tempat cucian piring..(sampe sekarang sepertinya rahasia itu tetap tersimpan rapi layaknya dokumen asli supersemar..loh).Tapi menurut Pak Marsono guru kesenian kita itu enak looooh…(hueeks)

 

Ketika SMU…

 

Untuk Alm.Bapak M.Saer kepala Sekolahku..

Maaf ya paak…Yg mindahin mobil bapak ke depan lapangan Basket memang saya pak..habis bapak punya mobil gak pernah dikunci, udah ketauan anak didiknya usil bin jail bin gak punya kerjaan semua, Tapi saya gak sendirian kok paak dibantuin dorong sama anak2 yg lain. trus yg nutupin pake daun2 kering juga bukan saya loh pak..anak2 yg laen tuuuh. (kebayang sebuah kijang kotak didorong rame2 trus ditempelin daun2 kering…duuuuuh terkutuknya)

 

Untuk Ibu. Sufni Guru Bahasa Inggrisku.

Saya berdua Hilman Loh bu yg ngeganti pengumuman di papan tulis dengan bahasa monyet gak jelas yg alhasil anak2 pun bingung pengumuman apa yg dimaksud oleh ibu.

 

Teks Asli

 

Pengumuman

Harap Besok membawa Pas Photo ukuran berwarna 1 buah.

Penting untuk buku Tahunan (kira – kira begitulah bunyinya)

 

Karena anak2 belum tiba dan hanya ada saya dan Hilman maka timbulah ide kreatif nan jenius kita berdua untuk usil buuuuu..yaaah namanya juga anak muda.

 

Wandesnaw

Ensenewnaw wasnew snaw sdrenew nawn new naw 1 snew

Wakesnaw ksewenew

 

Kira kira begitulah teks yg kita berdua rubah dengan indahnya..dan dampak negatifnya adalah anak2 gak ada yg ngerti, esoknya pun ketika ibu tagih photo yg dimaksud mereka Cuma bengong gak jelas. He he he he Maaf ye buuuu…Orang Stress..

 

Ini Permintaan Maaf yg dalem loh bu dari seorang saya dan temen2 yg edun ini…

Mudah2an saya bisa ketemu Ibu dan Bapak Lagi, walaupun saya tau Bapak dan Ibu lebih baik dikerubutin macan satu kebon binatang dibanding ketemu saya dan temen2.