Rabu, 30 Juli 2008

Mereka ada Disana...

Dengan tidak mengurangi rasa hormat terhadap mereka..

Bukan bermaksud Mendiskreditkan satu kelompok atau individu..

Hanya sekedar share..

Buat Kalian Jangan berlama lama nongkrong di tempat2 di bawah ini, kalau...tidak ingin menjadi korban Ryan selanjutnya...hehehehehehe..Peace Akh

 

JAKARTA

Lap. Banteng (BT), campur, malam, komersial.
Tugu/Gelanggang Senen, campur, malam, komersial.
Bioskop Grand Duta/Mulya Agung (Grand/MA), persimpangan Jln Kramat Raya-Kwitang, campur, siang & malam.
Terminal Bus Senen (kamar mandi 'Si Unyil'), campur, komersial.
Dangdut Senen. sebelah gelanggang Senen/seberang terminal bus, campur, komersial.
Cililitan (Cili-terminal lama), di sekitar terminal lama, campur, malam Minggu. Jangan datang selain malam Minggu. Bahaya!!!
Gedung Bioskop Cinere, di lobi, mayoritas brondong, malam.
Ciputat-Gedung bioskop Sahara, di pelataran, mayoritas brondong, malam.
Kolam renang Ancol (di bawah 'Air Terjun'). Minggu sore.
Sogo. Plaza Indonesia. Hotel Grand Hyatt, bundaran HI, mayoritas brondong, siang & malam.
Pasaraya Big & Beautiful Blok M, toilet lantai dasar/pintu masuk parkir, campur, siang & malam.
Blok M Plasa/Terminal Kebayoran Baru, mayoritas brondong, siang & malam.
Atrium/Segitiga Senen,. depan Studio 21, mayoritas brondong, siang & malam.
Metro Kafe, Puri Indah Mal Lt.1, 10.00-21.00 WIB.
Kebanyakan Disko di Jakarta adalah tempat mangkal gay.
Tanamur (disko), Jln Tanah Abang,Kamis malam banyak gay, Minggu malam lines, campur, komersial.
The New Moonlight (ML), persimpangan Hayam Wuruk-Mangga Besar, Rabu malam & Sabtu malam Minggu, gay & lines.
Kasturi Diskotik, Jln Mangga Besar Raya 10 E, Senen malam Selasa, Gay Night, 22.00 WIB-selesai.
Furama Pub & Diskotik, Jln Hayam Wuruk Raya 75 (sebelah Holland Bakery), Selasa malam Rabu, Gay Night, 22.00 WIB-selesai.

 

TANGERANG
Bioskop Cimanggis Teater.

 

BOGOR
Sekitar Pertokoan Internusa & depan RRI, gay & waria.
Depan Hotel Salak & depan Istana, malam, waria.
Tugu Kujang, di sekitar pos penjagaan.
Halte-halte Jln Pajajaran (sebelum Internusa Shopping Center), dekat pagar lingkar Kebun Raya.
Karaoke Mulia, Minggu malam Senen, 21.00 WIB, campur.
Taman Topi, Jln Kapt.
Muslihat.

 

BANDUNG
A2B (alun-alun Bandung), malam.
Marabu Club, Jln Suniaraja simpang Jln Braga.
Jln Sumatra, sepanjang kantor Bala Keselamatan & Ponderosa, malam, waria.
LA Dream Palace, Asia Afrika Plasa, Rabu malam, gay & lines.
Bandung Indah Plasa Lt. 3, sore & malam, gay.
North Sea, Jln Braga, bule.
Lap. Gasibu, depan Gedung Sate, gay.
Pasar Lembang, waria.
Jln Raya Cimahi, waria.
Asterix Bar, Hotel Kumala, gay.

SURABAYA
Texas
(Terminal Joyoboyo), sepanjang sungai, malam, gay.
Jln Irian Barat, tiap malam, waria.
Taman Remaja, sekitar panggung waria show, Kamis malam Jum'at jam 21.00-22.30 WIB, campur.
Kal(i)for, jalan tembus Plasa Surabaya di atas jembatan seberang gedung WTC dan Hotel Radisson, tiap malam > 22.00 WIB, kucing.
Diskotik Lido, Kamis malam & Minggu malam jam 23.00 WIB-selesai, gay, waria & kucing.
Pantai Pattaya, Jln Kangean (jalan tembus dari Jln Pemuda ke Embong Sonokembang), depan Monumen Kapal Selam, tiap malam, gay & kucing.
Kafe Excelso (TP III Lt. III dan Surabaya Plasa Lt. dasar), gay dan hetero.

 

 

YOGYAKARTA
Alun-alun Utara, tiap malam > 19.00 WIB, gay. Sesudahnya, ngumpul di lesehan nasi uduk Prada, samping Jln Sosrowijayan.
Borobudur Bar, tiap malam > 21.00 WIB, gay.
Excelso Cafe (Malioboro Mall), gay & hetero.
Kolam renang FPOK-IKIP. Minggu sore, gay.
Diskotik Graha Paramitha, Rabu malam, campur, HTM Rp10.000,00.
Yogya Cafe, campur.
Kolam Renang Umbang Tirta, Minggu pagi, gay.
Taman depan Bank Indonesia (Senopati), tiap malam, waria.
Sepanjang Jln Kapas, tiap malam, waria.
Jln Suroto, malam Minggu. waria.
Purawisata, Kamis malam, waria show.
Kafe Wayang, Jln Mayjen Sutoyo 65, Selasa-Minggu, 11.00-01.00 WIB. Playback show, Minggu, 21.00 WIB.
Lomba Bakat, Jumat minggu I & III, 21.00 WIB.

Sumber diambil dari sini



Rabu, 23 Juli 2008

Bukan sekedar Nge-Gas, Nge-Rem atau menarik Kopling

Pengguna sepeda motor di Tanah Air terutama di kota besar seperti Jakarta, terus meningkat. Salah satu faktor yang mendorong semakin banyaknya pemakai sepeda motor adalah karena kendaraan ini irit, murah, dan lincah bergerak di tengah kemacetan.

Sejak negara ini dilanda krisis moneter kemudian dipicu lagi dengan kenaikan harga bahan bakar minyak, sepeda motor menjadi alat transportasi sehari-hari masyarakat yang paling favorit.

Memiliki Sepeda motor bukan hal yg sulit sekarang ini, tanpa uang muka motor baru pun siap di gondol pulang.


Meningkatnya pengguna sepeda motor di iringi juga dengan meningkatnya pelanggaran lalulintas di jalan raya, tercatat berdasarkan data Polda Metro Jaya per Oktober 2006, dari 4.026 kecelakaan lalu lintas, 81, 6 persen di antaranya dilakukan pengendara motor. Astrajingga.....

Yang jadi masalah adalah mudahnya orang mendapatkan sepeda motor memudahkan juga seseorang berlenggang ria di jalan raya. Mau bisa atau tidak..yg penting naik motor.

Modal tangan kanan bisa nge-gas dan kaki kanan bisa nginjek pedal rem..selesai urusan.

 
Padahal berkendara gak cukup sampe disitu...

Mobilitas orang2 jakarta yg tinggi memaksa mereka gas poll untuk sampe tujuan, entah bagaimana caranya.

 
Decakan lidah dan geleng – geleng kepala hampir setiap hari saya lakukan ketika di jalan raya. Dari sekian ribu pengendara itu ada aja yg bersikap ”aneh” menurut saya.

 
Dalam keadaan macet biasanya saya bisa berlenggak lenggok ditengah2 jajaran mobil. Tapi ketika ada pengendara baru yg Cuma bisa nge – gas dan ngerem aja, kelihaian saya tersebut pun terhenti.

 
Saya pun bukan termasuk golongan yg ahli dalam berkendara, tetapi dari pengalaman lebih dari 5 tahun di atas motor saya tau unwritten law yg ada di jalan raya, saya tau harus berhenti dmn, saya tau celah mana yg bisa dilewati ketika macet, saya tau kapan harus membunyikan klakson..dan lain lain..dan lain lain..

 
Gregetan...mungkin kata itu yg pas buat mereka yg Cuma bisa nge-gas dan nge-rem doang.

 
Tapi apa mau dikata..jalanan jakarta bukan punya keluarga saya atau punya bang H. Toyib..Jadi ya pasrah aja.

 
Dari data yg saya dapat dari warung Bang google pertumbuhan speda motor di jakarta cukup pesat sekitar 1.035 buah per hari atau hampir lima kali lipat dari pertumbuhan mobil...Glek...Glek...dari jumlah segitu berapa ya yg punya SIM yg bener2 SIM..

 

Rabu, 09 Juli 2008

Main Bola yuk!!..Dimana? Ditengah jalan dong!!!

Kurangnya sarana bermain untuk anak - anak di jakarta memaksa mereka menggunakan jalan umum untuk bermain, dan yg juga sering saya lihat banyak orang tua yg menyuapi makan anaknya di pinggir jalan dan membiarkan anaknya berlarian kesana kemari dengan resiko yg cukup berbahaya.

Dulu..ketika saya kecil mau main lari2an dimanapun tinggal pilih, kebon singkong, kebon pohon pisang, lapangan Bola dan masih banyak tanah lapang lainnya yg masih kosong.

Sekarang....

Main Layangan ..di tengah jalan.

Main Bola .....di tengah jalan.

Mengasuh anak...di pinggir jalan.

Di kampung saya setiap tahun tutup jalan untuk malam gembira dan perlombaan, itu pun harus bertengkar dulu dengan pengguna jalan umum...entah siapa yg salah.

Hhhmmm...Tembok - tembok bangunan itu seperti tumor ganas yg setiap bulannya semakin menjalar.

Dan yang menjadi pertanyaan saya apakah pembangunan juga dapat melanggar Hak Asasi Manusia..Khususnya Hak anak - anak itu?

 
Dan Sebait syair dari Iwan Fals pun terlantun ketika telunjuk kanan ini menekan tombol shutter kemera digital saya, di pinggir jalan sore itu.

 
”Di depan Masjid samping rumah wakil Pak Lurah”

”Tempat Dulu kami bermain mengisi cerahnya hari”

” Namun sebentar lagi..Angkuh tembok pabrik berdiri”

”Satu persatu sahabat Pergi ...dan tak akan pernah kembali”