Minggu, 07 September 2008

Genderang Perang Buat Pendatang

Urbanisasi….Layaknya seperti banjir dan macet, masalah klasik ini entah sampai kapan terselesaikan.

Diakui atau tidak Jakarta tetap menjadi surga bagi kaum pendatang

Entah cara efektif apa yg dapat mengurangi jumlah pendatang baru yang ”menyerbu” jakarta setiap tahunnya.

Jakarta.. masih menjadi kota Impian bagi para penduduk daerah.

Persoalan Ekonomi menjadi Motivasi mereka untuk sama – sama ”berkelahi” di Jakarta.

Doktrin Teman dekat atau Tetangga yg lebih dahulu ke Jakarta adalah Faktor lain yg memotivasi mereka semakin ngiler memandang Jakarta.

Padahal ujung2nya begitu sampe disini...Paling banter jadi pegawai Telkom. Yg punya hoby gali pinggiran jalanan.

Masih mending kalo ke Jakarta punya tempat tinggal...

Ujung2nya tanah kosong milik Negara ditempatin..begitu disuruh pindah ngamuk2 minta ganti rugi.

Lihat deh Data Pertambahan penduduk sampai tahun 2006 dibawah ini

Tahun

Arus Mudik

Arus Balik

Pertambahan

2002

2,643,273

2,874,801

231,528

2003

2,816,384

3,021,214

204,830

2004

2,213,812

2,404,168

190,356

2005

2,136,973

2,317,740

180,767

2006

2,439,992

2,564,419

124,427

 
Ck ck ck ck ck….Hawa nafsu macam apa yg memobilisir mereka dateng ke Jakarta.

 
Dan akhirnya Genderang Perang itupun saya tabuh semalam ketika beli lauk sahur di Warung Nasi Padang yg kebetulan sewa tempat dari orang tua saya.

 
“Uda ..lebaran ini pulang kampung?”

”Insya Alloh pulang den”

”Jangan bawa temen ya” dengan muka serius tentunya.

Si Uda pun Cuma nyengir kecil....

 

Siapa suruh datang Jakarta.............