Rabu, 18 Juni 2008

Transformasi itu begitu Signifikan


Photo di atas adalah ketika pernikahan Sisil, kawan saya di Smp.

 
Makhluk besar yg berdiri disisi paling kiri itu tak lain dan tak bukan adalah saya.

Dibandingkan dengan kawan2 disebelah saya, yg menunjukkan progress terutama dibagian2 tubuh tertentu adalah saya. Gak tau kenapa, padahal setau saya selama ini belum pernah tuh sekalipun kecebur minyak tanah.

 

Orang bilang Gemuk itu Makmur….Makmur darimane booos??

Dengan berat badan 85 Kg ini jelas aktifitas jadi semakin lamban. Tak selincah dulu (emang dulu lincah?).

 Ya Transformasi itu begitu signifikan, Pola makan yg tak teratur (mungkin) membuat badan saya yg dulu gak jauh2 amat sama Nicholas Saputra dan sekarang nyaris mendekati Roni Dozer ini semakin menunjukkan kehebatannya.

Dari mulai Astaghfirulloh sampai innalillahi selalu nyaris saya dengar ketika bertemu dengan seorang kawan yg sudah lama tak jumpa dengan saya.

So Hipotesa saya dari survey ke beberapa orang yang se ”level” dengan saya adalah sebagian bilang merasa tersiksa dan sebagian lagi bilang enjoy ajaaa tuuuh. Dan Alhamdulillah saya termasuk golongan yg enjoooy aja tuuuuh. Menikmati aja apa yg sudah ditakdirkan oleh Alloh. Mungkin DIA punya rencana lain dibalik kegemukan saya ini (gak nyambung ya....iya saya tau).

 Wah harus makin rajin beribadah nih, kebayang kalo nanti saya meninggal kasian yg gotong kan, mudah2an amal baik saya bisa meringankan bobot badan saya ini hahaha amiiin..

Ya kan??ya dooong...jgn sampe di dorong pake troli nanti saking beratnya (plus dosa)

Naudzubillah

Akhirul kalam, mengutip Motto dari salah satu Mpers

” GOD ...IF U CAN’T MAKE ME THIN, MAKE MY FRIENDS FAT....”

 


Selasa, 10 Juni 2008

Obrolan Sore Itu (Lebih Indah dari Disney Land)

"Semua agama yang ada Di Indonesia pernah saya ''cicipi" "
"Bahkan saya pernah menjadi seorang Atheis..."
"Akhirnya saya mengenal dan Memutuskan Memeluk Islam dari seorang Muslimah yg sekarang menjadi Istri saya"

"Dan setelah itu semuanya terasa Indah..."
"Hidup saya seakan lebih berarti ketika saya mengenal Islam"


"Bukannya sombong, saya ini punya banyak Uang...Hampir seluruh Negara di belahan Dunia ini pernah saya kunjungi, setelah masuk Islam saya mengunjungi Mekah, dan itulah negara paling Indah yg pernah saya kunjungi, ketika melihat Ka'bah dari kejauhan, air mata saya tak tertahan, lebih Indah dari sekedar tembok Cina, Air Terjun Niagara, apalagi Disney land...hahahaha"

"Sekarang dalam seminggu, 3 hari saya sempatkan untuk belajar Al Qur'an"

Dan....Saya pun hanya terdiam, sambil menyeruput segelas coffemix dan menyulut kembali sebatang Marlboro Lights saya (entah sudah batang yg keberapa).
Kagum...Malu...Sedih..Haru...jadi satu pada obrolan sore itu, disebuah kantin Universitas Swasta tertua kedua di Jakarta.

Akhirnya tubuh tinggi kurus dan bermata sipit itu pamit pulang kepada saya, berjalan menghampiri Mercy New Eyes nya yg terparkir dibawah pohon palem disamping Masjid Sutan Takdir Alisjahbana.

Dan..Obrolan sore itu...Membuat saya haru..


**Untuk Bang Chris...Semoga tetep Istiqomah ya bang. Nice To Know U.


Selasa, 03 Juni 2008

Nak, Ayahmu Bukan siapa - siapa

Nak..Ayahmu bukan siapa - siapa.
Bukan seorang jendral bukan pula seorang Kyai apalagi Kepala Negara.
Nak..Ayahmu hanyalah orang biasa.
Yang punya standar keinginan yg sama seperti orang tua yg lainnya.
Nak..Ayahmu bukan seorang ahli ibadah.
Tapi Ayahmu tau mana yg halal dan mana yg haram. Tau mana harta yg boleh aku berikan untuk menafkahimu dan ibumu.

Nak..kelak duapuluh atau tigapuluh tahun lagi ayahmu yg bukan siapa - siapa ini melihat kamu menjadi sesuatu.

Mendengar namamu pada pengumuman kejuaraan pembacaan ayat suci Al Qur'an..Mungkin.
Melihatmu di panggung demonstrasi berorasi dgn lantang..mungkin.

Atau Melihat kamu berada di barisan paling depan membawa parang atau golok ketika agamamu dilecehkan.

Nak..Ayahmu yg bukan siapa - siapa ini... mungkin terlalu berharap banyak....