Terminal 2 D Bandara Soekarno
Hatta malam itu lebih ramai dari biasanya, ratusan orang dengan seragam merah
hitam memadati pintu kedatangan. Puluhan bendera dan panji mereka berkibar
disana sini, teriakan kompak dan lantang chant
(nyanyian) mereka terdengar sampai lahan parkir. Jelas bukan tanpa sebab,
mereka menunggu kedatangan idola idola mereka malam itu. Milan Glorie 2013, event
dimana para legenda dari klub Ac Milan kembali mendatangi Indonesia untuk kedua kalinya.
Dan yang membuat beda ditahun
ini, squad Milan Glorie dihuni nama
- nama yg memang Milanisti impikan untuk menyambangi tanah air, siapa lagi kalau
bukan Paolo Maldini dan Andriy Shevchenko.
Jarum jam mendekat ke angka 9,
barikade yg dipersiapkan untuk membentengi jalan para legenda menuju bis pun
mulai di briefing. dan setelah itu, pagar hidup mulai berjajar dari pintu
keluar hingga ke pintu masuk bis. dan saya pun berdiri di area dimana para juru
foto berkumpul, space yg memang disiapkan untuk para pencari berita.
Sekian lama menunggu, isyarat
dari dalam pun didapat, legenda legenda hidup itu akan segera keluar menuju
bis. Barikade makin ketat, chant (nyanyian)
para Milanisti semakin kencang. dan sesaat kemudian Shevchenko, Maldini,
Costacurta, Franco Baresi dan diikuti official dan pemain lain berjalan keluar
diantara barisan barikade.
Suasana makin riuh, liar tak
terkendali. Wartawan, Milanisti atau orang lewat saling berebut mendekati sang
legenda. tugas saya pun tak maksimal, membidik sekenanya sesuai perasaan.
mau gimana lagi, orang yg selama
ini mereka idolakan kini berdiri didepan mereka.
dan barikade pun….jebol.
Teringat meeting selasa sore itu
bersama pihak ASD, Sekjen Milanisti Indonesia dan saya tentunya,
disebuah kamar hotel tepat di sebelah Gelora Bung Karno Senayan.
Dalam menjaga kenyamanan para
Pemain Milan
justru ketakutan kita bukan ada pada Milanisti, melainkan pada orang – orang
diluar itu. entah fans dadakan, wartawan atau lainnya. Sadar akan hak mereka
bahwa legenda Milan
milik publik maka panitia pun tak bisa berbuat apa – apa untuk antisipasi hal
ini.
dan memang, ‘kegaduhan’ yang
terjadi disaat pemain Milan
berkunjung ke suatu tempat bukan berasal dari Milanisti, melainkan orang –
orang yang berada diluar komando mereka. Tak dipungkiri, Milanisti pun ‘gaduh’,
dan kita tidak bisa menahan keinginan mereka mendekati legendanya untuk sekedar
foto bareng atau meminta tanda tangan. tapi mereka tertib, mereka tak seheboh
yg lain. mereka hebat…mereka bisa menahan diri untuk tetap menjaga kenyamanan
pujaannya beraktifitas.
padahal banyak momen dimana
mereka begitu dekat dengan para pemain AC Milan. Di sebuah acara musik sebuah
stasiun tv, Press con atau executive lunch.
Di acara executive lunch saya
sempat berhadapan langsung dengan seorang Sheva, selesai acara beberapa pemain
terlihat meninggalkan ruangan untuk menuju bis. saya dan beberapa fotorafer
berlari mengikuti mereka. dan Sheva berbelok kearah meja kecil didepan pintu
masuk, menurunkan tas untuk mencari sesuatu didalamnya. Saya dan beberapa
Fotografer yang sadar akan hal itu langsung mendatangi, berdiri dihadapannya.
dan menekan tombol shutter kamera sebanyak mungkin. gotcha…puluhan foto close up seorang Andriy Shevchenko telah
terekam di kamera saya.
dan lucunya, dari sekian
fotografer yang mengabadikan momen tersebut, tak ada satupun yang mendekat
untuk foto bareng hahahaha….mungkin kurang ngefans, atau mungkin mental
jurnalisnya kental semua.
Sabtu 9 Februari, Pagi itu cerah
secerah hati para Milanisti yang akan segera melihat pemain idolanya berlaga di
senayan melawan Indonesian All Star Legend.
Pagi sekali saya memacu kendaraan
roda dua menuju Hotel Mandarin Jakarta untuk mengabadikan moment Meet And Greet
Maldini dan Sheva.
to be continue....



Tidak ada komentar:
Posting Komentar