Kamis, 01 November 2012

Aku, Iwan fals dan karyanya yang mengilhami


Tumbuh besar dengan lagu - lagu iwan fals membuat saya hafal dari beberapa lagunya. waktu kecil suara khas dari artis yg bernama Virgiawan Listanto ini hampir setiap hari mampir ditelinga dari kaset yg diputar oleh kakak - kakak saya dirumah. rasanya tak berlebihan jika dibilang kisah saya adalah lirik lagunya, seperti bercermin, banyak dari lirik lagu iwan fals seperti merepresentasikan perjalanan hidup saya selama ini.
tentang cinta, kritik sosial atau tentang keluarga.

Kalau dibilang fans berat ya enggak juga, sampai sekarang pun barang - barang koleksi tentang beliau hanyalah poster dan kaset hibahan dari  saudara-saudara saya. tapi liriknya begitu melekat, itulah yg membuat saya begitu mengagumi sosok Iwan Fals. Tentang Jendela kelas I, tentang ibu, tentang Rindu tebal, tentang belum ada judul, tentang ujung aspal pondok gede, tentang entah, tentang bento, tentang kontrasmu bisu, tentang Jakarta oh jakarta, tentang....ah hampir semua bait di lirik lagunya memang mewakili perjalanan hidup saya.

Silahkan kalau dibilang lebay :), ada satu lagunya yg takut sekali kalau saya senandungkan. oke lebay memang, hampir dipastikan saya akan menangis pada Reff dari lagu yg berjudul Rindu Tebal. saya ingat masa dimana saya sering mempermalukan orang tua di masa sekolah dulu. dan lirik ini yang membawa saya kembali pulang kerumah dari sebuah pelarian. bang Iwan....lirik anda berhasil membuat saya sadar dari kebodohan saya. terima kasih untukmu dan lirikmu yg mengilhami.

"Aku Pergi meninggalkan coreng hitam di muka bapak..yang membuat malu keluargaku, kuingin kembali mungkinkah mereka mau terima..rinduku.."

@deramdhani

Tidak ada komentar:

Posting Komentar