Kamis, 09 Desember 2010

So'ibin tinggal didalem tanah

Selepas Shubuh mata ini tak mampu terpejam, aktifitas sahur di sepertiga malam membuat pola tidur menjadi tak teratur.

Rentang waktu yg kosong ini akhirnya saya manfaatkan untuk keluar rumah, sekedar mencari udara segar,sukur - sukur ketemu teko ajaib dgn jin didalamnya.

 

Jalan masih gelap, lau lintas tak begitu ramai. sesekali kulihat tukang sayur dengan gerobaknya lalu lalang.

kupacu sepeda motorku di kecepatan 20 km/jam. santai...tengok kiri kanan, bernyanyi kecil. dan menghindar dari asap knalpot metro mini yg kepagian menurutku.

 

akhirnya tempat cuci steam motor jadi pemberhentian di safari pagi itu.

saya pun duduk di kursi panjang, memandang ke arah motor yg terlihat seperti kedinginan diguyur air di pagi buta ahahahaa.

 

kembali saya autis dgn henpon butut saya, browsing beberapa situs jejaring sosial, terkadang senyum krn kelakuan teman2 di dunia maya atau kadang mengernyitkan dahi lantaran berita politik yg semakin hari semakin hot se hot silet...loh.

 

aktifitas saya terhenti, ketika saya melihat orang yg duduk disebelah saya tiba2 saja tertawa kencang,lalu diam..senyum, tertawa lagi garuk2 kepala dan bernyayi sebuah lagu dari planet lain (saya gak tau lagu apa itu).

 

ketika asik kuperhatikan, tiba2 saja dia menoleh. tersenyum dan kembali mengalihkan perhatiannya dari pandangan mukaku.

 

"nama nya siapa?" ku awali dialog dengannya dgn sebuah pertanyaan sederhana.

"soibin" eh eh ia menjawab...tapi mukanya masih memandang ke beberapa kendaraan yg sedang dicuci dihadapannya.

"kamu tinggal dimana?" pertanyaan spontan yg bodoh itu tiba2 saja keluar..masa orang gila ditanya rumah.

"disitu..didalem tanah" entah..ini jawaban kesal, apa memang refleksi dari keterbelakangan mentalnya.

 

saya tertawa kecil...

dan dia pun tertawa..

ah semakin gak jelas..

 

"sudah makan" tanyaku pelan

"ehhhm..sudah..eh belum..eh sudah ..eh belum"

 

makin gak jelas lagi.....

 

kukeluarkan selembar uang lima ribuan, cepat kuberikan padanya yg sekarang sedang asik merobek-robek kertas yg ditemukannya di tempat sampah.

 

"ini buat beli makan" sambil kuperagakan tanganku dgn gaya menyuap.

 

setelah menerima uangnya..orang gila itu tiba-tiba saja pergi.sambil memandangi lima ribuan lusuh yg kuberikan.

kira-kira 10 langkah dari tempat dudukku, kembali ia menoleh. lalu tersenyum memandangku, seolah memastikan kalau uang ini memang untuknya.

 

ku angguk kepalaku...mengamini bahasa tubuhnya yg polos.

 

dan ia pun berlalu...sambil berlari... melompat dan berteriak kegirangan...entah menuju kemana.


bukan so'ibin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar