Rabu, 02 Juni 2010

Dan orang gila itu pun menangis

Malam itu jalan sepi, jam bertali kulit ditangan menunjukkan pukul 23.30.
sejenak melupakan lelah, sesekali saya bersenandung diatas putaran roda dua berkecepatan 60 km/jam. Jarak masih cukup jauh menuju rumah dan tiba-tiba saja selera makan timbul ketika melewati gerobak nasi goreng dengan aroma khasnya.

Aroma yg menusuk hidung itu cepat sekali mengirimkan sinyalnya kedalam perut yg makin keroncongan ini. saya pinggirkan motor disebelah gerobak yg masih terlihat baru itu, ditikungan sebuah jalan disamping sebuah mini market, dan kemudian memesan seporsi nasi goreng dengan telur dadar diatasnya.

Jenuh menunggu karena antrian, jari - jari ini pun menari diatas keypad handphone yg sebelumnya terselip di ikat pinggang, browsing dan membalas beberapa sms kawan yg masuk pada hari itu.

"saya baru lihat piring terbang pak"
suara itu tiba-tiba saja terdengar dari arah kanan saya, cepat saya menoleh dan terlihat seorang pemuda berpakaian lusuh, berambut gondrong dan hhhhm kotor.

Saya hanya tersenyum, orang gila pikirku.

"Bapak gak percaya ya?"

"UFO maksudnya?"

"iya"

"emang situ lihat dimana?" kujawab dengan mata yg masih tertuju pada layar handphone bututku.

"dibelakang rumah itu pak, ada tiga, tadinya mau turun tapi kok gak jadi ya"

"takut sama situ kali"

"hahahahahahahaha...."

tawanya yg keras sukses membuat para pembeli lain menoleh ke arah kami berdua.

"kenapa ketawa"

"gak tau...."

"dasar orang gila....."gumamku dalam hati.

"mau makan?" tawarku

"enggak ah"

"kenapa?"

"lagi puasa"

"hahahaha....."

kini giliran saya yg tertawa...banyolan ini sering saya lontarkan kepada teman yg mewarkan hal yg sama pula.

"kenapa ketawa pak"

"gak apa2"

saya tdk tau apa yg ada didalam pikirannya sesaat saya jawab pertanyaan itu, mungkin dia pikir saya gila juga.

tak lama kemudian pesanan nasi goreng saya pun telah siap disantap. dan saya pun tenggelam dalam nikmatnya hidangan tersebut.

tak terasa...setengah jam berlalu dengan obrolan panjang bersama "orang asing" disampingku. dari mulai UFO, politik, perang dan hal - hal lainnya.

sampai akhirnya saya melontarkan pertnayaan yg kesekian.

"punya keluarga?"

"hah..keluarga ya"

orang gila itu terdiam sejenak..padangannya tiba-tiba kosong, asap rokoknya semakin banyak mengepul dari rokok kretek yg sudah hampir pada ujung batangnya itu.

dari pipinya yg kotor, saya lihat beberapa bulir air mata jatuh.

"hey...kenapa nangis?"

"Hahahahahaha...." dan ia pun tertawa lagi. sambil berjalan semakin menjauh dari saya tanpa pamit atau ocehan - ocehan lain. Orang gila itu semakin jauh terlihat disebrang jalan, tapi tawanya masih cukup terdengar dari posisi saya berdiri ketika akan membayar makanan yg habis saya lahap tadi.

dan..tangis orang gila itu pun menjadi seribu tanya yg menemani saya sepanjang jalan pulang.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar