Rabu, 13 Agustus 2008

Apa Kabar Perda Tibum??

Entah Kekuatan apa yg semakin membuat orang - orang itu berduyun duyun mendatangi Ibu Kota.Tujuan yang tidak jelas mengakibatkan kota yg sudah sempit ini menjadi semakin sempit.
Terlepas dari Entah ada yg Mengokomodir atau tidak tetapi jumlah mereka yg mencari nafkah di jalan dengan melanggar hak pengguna jalan semakin meningkat setiap tahunnya.

Lalu apa Kabar dengan Perda Ketertiban Umum?
Perda ini berisi kewajiban dan larangan yang dimaksudkan untuk meminimalisir jumlah pendatang yang akan mengadu nasib di Jakarta. Para pendatang yang tidak memiliki pendidikan, ketrampilan dan keahlian dianggap sebagai sumber berbagai konflik dan masalah di DKI. Mereka akan menambah jumlah gelandangan, pengangguran, pengemis, PSK, PKL, dan sektor informal lain yang hanya akan memperburuk pemandangan ibukota.

Maksud yang baik dari Pemerintah daerah Ibukota. Tapi apa daya...Entah kesadaran hukum yg belum terealisasikan atau Penegakan Hukumnya yg masih Mencla - Mencle.

What Ever lah..Tapi sebagai Pengguna Jalan, se
menjak diberlakukannya Perda No 8 tahun 2007 ini tak merubah apapun dari kegiatan "mereka".

Pengemis yg entah asli atau tidak semakin menumpuk saja setiap harinya dilampu merah, ironisnya sebagian dari mereka saya taksir masih berusia dibawah lima tahun.

Oh God..kemana gerangan dikau wahai Struktur Hukum??
Tampaknya Pepatah lama itu masih berlaku "Hu
kum dibuat Untuk Dilanggar"

Mungkin gambar - gambar dibawah ini bisa menginspirasikan mereka agar lebih santun mengemis di jalan dan sekaligus jadi pemandangan unik buat pengguna jalan.

(Uniknya Pengemis Eropa)


Gambar dari milist Tetangga

7 komentar:

  1. liat foto2 itu...berbalik sama jakarta yach...
    Indonesia memang negeri yg kaya dan serba ada......hiks...
    yg g teratur, pengamen, pengemis, copet, dsb...dsb...pokoknya yg semerawut Serba Ada di Indonesia.... :(

    BalasHapus
  2. Bener la..

    Gak tau deh kalo di Bogor..

    BalasHapus
  3. bgitulah bang...pan penegakan hukum di Indonesia, itu masih "anget2 tahi ayam"....awalnya doang gembar gembor...:-(

    BalasHapus
  4. bogor masih bagian Indonesia kang...:D

    jadi sami-sama...g jauh beda...

    BalasHapus
  5. oh masih ya...benderanya masih merah putih juga?

    BalasHapus
  6. yaaaaah namanya juga namanya...hehehehe

    BalasHapus
  7. dari pengamatan saia...tetepppp merah putih donk...

    kalo merah kuning hijau..itu dilangit yang biru pelangi namanya...hehe

    BalasHapus