Minggu, 02 Desember 2007

Ketika Idealisme bermusik berbenturan dengan Pasar

Seberapa jauhkah kita bisa mempertahankan idealisme?mungkin pada batas yg tdk ditentukan,seperti yg terjadi pada kawan dekat gw yg tanpa sengaja bertemu beberapa hari yg lalu.

Wajahnya kusut laksana benang layangan yg kesangkut dikaki ayam,hal ini dikarenakan proses penyelesaian album bersama bandnya gak kelar - kelar.Master sudah ditangan tapi sampai dgn hari ini tak ada satu label pun yg mau mempromosikan,semua menolak dgn alasan yang sama kurang menjual di pasar,idealisme mereka (band kawan gw itu) memang kuat,gak mau diatur dan ingin berapresiasi dlm musik dgn lirik yg ''merdeka'' tetapi ketika semua itu berbenturan dgn selera pasar idealisme mrk pun gak berlaku.

 

Itulah potret yg sesungguhnya di dunia industri musik kita,jgn harap bisa menggandeng major label kalo lu bertahan dgn idealisme,Mau tenar ya ikutin selera pasar.Kalo menurut gw selera pasar di industri musik Indonesia masih rendah banget, musikalitas nomor 2000 sekian asal personelnya ganteng selesai urusan.Sekalipun lu mau bertahan dgn idealisme, lu harus bikin sesutu yg aneh,yg orang blm pernah liat atau lakukan,sebut saja misal seurius band mereka tenar ya karena keanehan mereka itu,musik yg aneh dan penampilan yg aneh pula,lalu yg sekarang sedang naik daun kangen band, background hidup mereka yg ''aneh'' juga bisa dijual ke pasar oleh major label.

 

Lalu apa jalan keluar dari idealisme bermusik?Indie label kah?Sampe kapan bisa bertahan dgn stampel indie label?promosi yg kurang,dana yg gak menunjang adalah beberapa faktor lemahnya indie label,let say band2 seperti UFO,Happy Face,Toilet Sounds adalah segelintir dari sekian ribu band yg bernaung dibawah indie label yg akhirnya tenggelam gak ketauan juntrungannya sampe sekarang padahal menurut gw mereka punya potensi dan punya skill musik yg gak sembarangan (menurut gw).

 

Ajang Pencarian Bakat di Indonesia pun gak cukup objektif menurut gw, Masih inget gak salah satu Program Audisi Anak Band yang diadakan oleh salah satu stasiun tv swasta, mereka sekarang kemana sih?Kasian mereka yaCuma dieksploitasi untuk kepentingan industri media semata.

 

What ever lah..

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar